Sabtu, 06 April 2013

ketrampilan observasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Seorang bidan dituntut untuk melatih kepekaan melalui empati yang dimilikinya. Dengan kepekaan yang dimilikinya, ia akan mampu melakukan pengamatan (observasi). Kepekaan tersebut tercermin dari cara ia mengamati tingkah laku klien baik tingkah laku verbal dan nonverbal.
Tingkah laku verbal dan nonverbal merupakan objek untuk melakukan observassi atau pengamatan objektif, meskipun tingkah laku verbal dan nonverbal dapat berdiri sendiri akan tetapi pada kenyataannya verbal dan nonverbal tidak dapat dipisahkan, saling menguatkan arti yang sebenarnya dari suatu tingkah laku. Melalui kepekaan pengamatan objektif, bidan akan mudah dalam melakukan komunikasi efektif karena pengamatan objektif (observasi) merupakan keterampilan dasar dalam membina komunikasi efektif.

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud  dengan keterampilan Observasi?
2.      Apa pengertian dari tingkah laku verbal dan nonverbal?
3.      Bagaimana cara melakukan observasi?
4.      Bagaimana cara membina hubungan baik dengan klien?
1.3  TUJUAN PENULISAN
Khusus
Mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan keterampilan observasi
Umum
·         Mahasiswa mampu menjelaskan tingkah laku verbal dan non verbal
·         Mahasiswa mampu membedakan antara penafsiran dan pengamatan
·         Mahasiswa mampu menjelaskan pentingnya melakukan hubungan baik



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Keterampilan observasi :
                 Suatu keterampilan observasi yg menghasilkan komunikasi efektif  dengan menggunakan kepekaan yg dimiliknya melaui observasi terhadap klien baik secara verbal maupun non verbal
2.2 Tingkah Laku Verbal dan Non Verbal
·         Tingkah laku verbal :
                 Merupakan perbuatan/perilaku yg ditunjukkan melalui bahasa/kata-kata.Bahasa dicerminkan dengan adanya perbendaharaan kata, penggunaan kalimat, intonasi, kecepatan berbicara dan humor
·         Tingkah laku non verbal :
Merupakan tingkah laku dalam bentuk bahasa tubuh meliputi isyarat, pergerakan tubuh, dan penampilan fisik.
2.3 Melakukan Observasi
Dalam melakukan observasi, ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh bidan, yaitu pengamatan objektif dan penafsiran (interpretasi).
·         Pengamatan objektif :
            berbagai tingkah laku yg dilihat dan didengar.
ex: duduk, berdiri, gelisah dg berkata seperti aduh.
·         Penafsiran/interpretasi :
            merupakan kesan yg diberikan terhadap apa yg dilihat (diamati) dan didengar.
ex: jengkel karna terlalu lama menunggu
2.4 Membina Hubungan Baik
Keterampila membina hubungan baik merupakan fondasi atau dasar dalam melakukan komunikasi interpersonal. Membina hubungan baik dilakukan oleh bidan sejak kontak awal dengan klien dan harus dipertahankan. Yang harus dimiliki oleh bidan membina hubungan baik dengan klien adalah :
·         Perilaku respons positif  yang mendukung terciptanya hubungan baik meliputi bersalaman dengan ramah, mempersilahkan duduk, bersabar, tidak memotong pembicaraan, menjaga kerahasiaan klien, tidak melakukan penilaian, mendengarkan dengan penuh perhatian, menanyakan alas an kedatangan klien, serta menghargai apapun pertanyaan maupun pendapat klien.
·         Sikap hangat, menghormati, menerima klien apa adanya, empati, dan tulus.
Kunci pokok dalam membina hubungan baik dengan klien adalah SOLER.
S : Face your client squarely (menghadap kearah klien) dan smile/ Nod at client (senyum/ mengangguk ke klien)
O : open and non-judgemental facial ekspression (ekspresi muka menunjukkan sikap terbuka dan tidak menilai)
L : Lean towards client (tubuh condong kearah klien)
E : Eye contact in a culturally acceptable manner (kontak mata sesuai cara yang diterima oleh budaya setempat)
R : Relaxed and friendly manner (santai dan sikap bersahabat)





BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
                              Bidan perlu melakukan pengamatan tingkah laku, baik tingkah laku verbal dan nonverbal untuk mengidentifikasi pesan-pesan yang tidak sesuai dan membingungkan. Bidan perlu menggabungkan infrmasi melalui tingkah laku verbal, tingkah laku nnonverbal, dankesenjangan pada diri klien. Pengamatan bidan dapat dipertajam dengan belajar lebih peka melakukan pengamatan tingkah laku verbal yang ditampilkan seorang klien. Selain itu, bidan perlu membina hubungan baik dengan klien dan harus selalu berusaha bekerja sama dengan klien sehingga tidak melakukan kesalahan dalam membantu seorang klien.
3.2 Saran
1. Bagi Institusi
a. Agar lebih sabar serta telaten dalam membimbing peserta praktek.
b. Dapat menerapkan teori dengan lapangan/lahan praktek sesuai dengan standart
kesehatan.
2.  Bagi Mahasiswa
a. Agar mahasiswa dapat menggali ilmu lebih dalam lagi dalam memahami teori sehingga dapat diterapkan di lahan praktek.
b. Supaya mahasiswa lebih disiplin serta mengefisienkan waktu dalam menjalankan tugasnya.





Daftar Pustaka
Yulifah, R dan Yuswanto, T.J.A. 2009. Komunikasi dan Konseling Dalam Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar